Posted by: indaharum | August 6, 2011

Cultural Shock

Untuk kesekian kalinya sulungku menanyakan pertanyaan yg sama, ‘Mi, kenapa sih tiap orang di sini pake bahasa jawa? bukankah di sini masih di indonesia? kenapa ga pada make bahasa indonesia aja?’

OMG…dan untuk kesekian kali pulalah aku terhinggapi berjuta rasa bersalah. Bukan bersalah membawa mereka ke jogja, kota kenangan yg selalu kurindukan, tapi rasa bersalah bahwa aku memboyong mereka ke tempat yg sama sekali asing bagi mereka tanpa persiapan sama sekali. Setidaknya persiapan bahasa. Karena jogja jelas sangat jauh berbeda dengan lampung. Karena di sini budaya jawa sangat kental terasa, yg tidak biasa kami jumpai di lampung sana.

Baru sangat sedikit yg kuajarkan tentang bahasa jawa ke mereka. As u know, javanese is the most complicated language in the world. Terus terang aku sendiri bingung harus dari mana mulai mengajarinya. Dari ngoko, ntar takutnya mereka cuma bisa basa ngokonya aja. Dari krama, ga bisa lgs dipake di kehidupan nyata deh….

Cultural shock jelas dialami kedua jagoanku. Terlebih si kk yg kumasukin ke state school *maksut hati untuk lebih melatih kehidupan sosialnya*. Celakanya, niatku untuk memprifatkan dia bahasa jawa by my self sampe sekarang kurang bisa terwujud karena semua kesibukanku. *hiks…kynya intinya sebenarnya aku mungkn kurang berusaha keras aja :( (*

Ah…biarlah mereka belajar. Aku ingin mereka bahkan bisa menjelajahi tempat” di dunia yg sudah diciptakan Allah ini. Aku bersyukur first step mereka melanglang buana adalah di yogya, dengan kultur yg sangat bagus untuk perkembangan anak” menurutku. But, untuk kalian sahabatku yg ingin membawa buah hati kalian ke tempat yg baru, aku hanya bisa menyarankan agar sebanyak mungkin mengenalkan budaya, bahasa dan kehidupan tempat baru tersebut. Its not easy. Really. Plis jangan hanya kenalkan semua kesenangan di sana aja. Karena menurutku, itu hanya akan membuat mereka live in a dream.

dari never ending city,
Ummu Rasyid


Responses

  1. persis dengan pengalamanku mba, pada kasusku malah aku juga ga bisa sama sekali bahasa thai, so kami belajar bersama dan yang lebih sering azka yang ajari aku. culture shock itu hal yang biasa, yang luar biasa adalah mengajari kepada anak bahwa sebagai manusia kita akan selalu mengalami hal – hal baru dan dituntut untuk beradaptasi.
    semoga menjadi pembelajaran hidup yang baik bagi anak2 kita dan menjadikan mereka orang2 yang tdk takut pada kultur baru.

    • hai say…gmn lebaran di sana? maaf ni lama m in ga nengokin ‘rmh’, so br skr direply.

      ruar biasa ya anak” kita. hv a great experience there…^^ slm bt azka ya…

  2. this experience was happen to myself…
    1986, gw ikut bokap yang pindah ke Jepara Jateng untuk tugas. Dari Jakarta, waktu itu gw cuma tau bokap pindah ke “Jawa”. Ga lebih
    Apakah lalu gw “terpaksa terisolasi” gara-gara budaya yang beda? Seingat gw sih engga. Kita waktu itu masih ketawa-ketiwi dengan banyolan masing-masing, bicara dengan bahasa seadanya, dan berantem karena ga ngerti apa yang dibahasakan. Tapi setahun selewatnya, bahkan engkong gw di Jakarta ngatain kl logat betawi gw udah hilang diganti medoknya Jawa.

    So, kids never having cultural shock, for sure. Mereka hanya antusias dengan perubahan dan perbedaan yang terjadi di sekelilingnya. Adalah kita yang kemudian menjadikan perbedaan itu “much more shocking” bahkan menakutkan. Gw ingat seorang kawan seumur yang baru pindah juga, mogok sekolah karena orang tuanya yang “keras” mengajarinya untuk segera beradaptasi.

    Well, sebagai tukang keluyuran, “bakat” ini yang gw coba wariskan sejak dini ke Faaza, putri kami. Walhasil, dia memang nggak paham bahasa Minang walo bundanya kerap berkomunikasi dengan bahasa ibu, atau gw yang ngobrol dengan tukang bakso asal Wonogiri, dan kakeknya yang tereak dari samping rumah dengan logat betawi, apalagi obrolan rahasia kami berdua dengan bahasa Inggris, tapi gw bangga banget waktu kami liburan ke Padangpanjang ditanya oleh orang sana darimana asalnya, dia menjawab spontan.”Ya orang Padang lah…” Sebaliknya waktu Syawalan di keluarga besar gw dia menjawab pertanyaan yang sama,”Orang Betawi dong…”

    • wow….anakmu udah segede mana, rip ? *kok dlm bayanganku msh bayi aja :p* kynya udah sehati bgt tuh ama bapaknya ^^

      luar biasa, rip. salut…. sukses selalu ya btmu n keluarga. jgn lupa, kasih adik ya bt faaza ^^

      • udah 4 taon, alhamdulillah, adeknya insyaAllah nyusul….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.