Agak tak percaya kala bulan kemarin aku membaca sms dari ibu mertua dari lampung yang mengabarkan bahwa asistenku akan pulang karena mau menikah. Masya Allah…agak sedikit shock diriku. Jujur…aku terlalu mengandalkannya untuk membantuku nanti di Jogja sini sesuai kesepakatan kami kurang lebih 6 bulan yang lalu.
Bapak mertua langsung menawarkan diri agar anak” masih tetap tinggal di Lampung bersama beliau. Oh tidak….sudah cukup aku tersiksa lebih dari 6 bulan tidak melihat mereka kecuali seminggu di bulan januari kemarin. Aku pun tidak mau kehilangan momen membersamai waktu” emas mereka di dunia ini. Tapi….
Sungguh….bukan kedua jagoanku sesungguhnya yang memberatkanku. Bukan pula pekerjaan rumah yang harus kuselesaikan sendiri sembari aku sekolah. Tidak…bukan itu. Aku rasanya sudah terbiasa dengan segala peEr di rumah. Insya Allah semua bisa kukerjakan sendiri. Aku juga sudah terlalu terbiasa membawa jagoan”ku kemana aku pergi, Mengantar jemput mereka dan membersamai kegiatan”ku. Yang begitu kupikirkan adalah bayiku. Ya…bayiku. Bagaimana dengan bayiku andai aku ga punya asisten lagi? Membawa 2 jagoan kemana” mudah, tapi jika harus ditambah 1 bayi….omG…aku rasanya tak bisa membayangkannya…
Ah…tapi berkeluh kesah tak akan pernah menyelesaikan masalah apa pun. Aku pun mulai merancang beberapa skenario. Beberapa kemungkinan kupikirkan. Skenario terburuk…tentu aku harus sekolah bersama 3 malaikat kecilku. Di samping memikirkan sekolah anak” di sini, aku juga memikirkan tempat penitipan anak yang bisa kumanfaatkan untuk menitipkan sementara aku sekolah dari pagi sampai jam 4 sore nanti. Alhamdulillah TPAnya juga tutup jam 4, sehingga aku pun merasa sedikit agak tenang. Satu problem selesai….
Masalah lain dengan antar jemput. Dengan membawa bayi, aku tidak mungkin membawa ketiganya naik motor sendirian. Naik bis pilihan satu”nya. Masalahnya sekolah anak” jauh dari rute bis (kecuali skulnya ade fa’iz). Alhamdulillah hari ini ada seorang kenalan lama, yang insya Allah aku sudah percaya padanya, yang bersedia mengantar jemput anak” alias ngojekin. Syukurlah…Allah kasih jalan untukku. Sehubungan dengan itu pula aku mulai merancang time table yang cukup ketat untuk bisa kami jalani terutama di pagi hari. Mudah” an bisa terlaksana…
Next masalah jaga. Akan ke mana anak” kalau aku jaga? Hiks…. Jelas aku harus membawa anak” kalau pas jaga. Hanya bisa berharap aku mendapat senior yang baik hati dan tidak sombong dan tidak mengeluh jika ketiga anakku harus terpaksa kubawa jaga. Masalah teknis dan sebagainya biarlah aku rancang nanti jika jadwal jaga juga sudah ada…
Bismillah…insya Allah akan aku nikmati kerja keras ini. Ga boleh ngeluh. Hanya memohon bahwa Allah memberiku dan keluargaku kesehatan. Ga tau apa jadinya andai aku jatuh sakit, sementara ada 3 makhluk yang teramat sangat membutuhkanku. Bismillah…bless me my Lord…bless me…Aameen.
Me, still here
Ummu Rasyid






Insya Allah, semoga segera ada asisten penggantinya mba …
By: Yayan Suyanto on May 23, 2011
at 12:02 am
aamiin. makasi, p yayan
By: indaharum on May 23, 2011
at 12:40 pm
dek aisnya bawa cilacap bulik
)
yiukk ;P
By: Lia Liu Lio on August 10, 2011
at 12:56 am
heheh…maunya….^^
By: indaharum on September 1, 2011
at 2:00 am