Posted by: indaharum | November 1, 2009

Luka Bakar (Burn)

Pagi kemarin, sementara sarapan dan menunggu waktuku mengisi kajian rutin mingguan, aku membuat salah satu materi singkat tentang P3K, yaitu tentang Luka Bakar. Materi ini kupersiapkan untuk kalangan umum, sebuah wacana simpel yang perlu diketahui tentang seluk beluk luka bakar. Kupikir tidak ada salahnya kutulis juga di sini.

apiLuka bakar merupakan jenis luka, kerusakan jaringan atau kehilangan jaringan yang diakibatkan sumber panas ataupun suhu dingin yang tinggi, sumber listrik, bahan kimiawi, cahaya, radiasi dan friksi.

Penanganan luka bakar dilakukan berdasarkan ‘penyebab luka bakar, luas luka bakar dan derajat luka bakar’. Penyebab luka bakar tersulit untuk diatasi adalah akibat zat kimia (bersifat asam atau basa), akibat listrik/petir atau akibat gas yang membakar pernafasan.

luka bakar

Derajat luka bakar dibagi menjadi 3, yaitu :

1. Luka bakar derajat I

  • hanya mengenai lapisan epidermis kulit
  • kulit tampak kemerahan, nyeri
  • bisa sembuh sendiri dalam 3 – 7 hari

2. Luka bakar derajat II

  • mencapai kedalaman dermis, tetapi masih ada elemen epitel yang sehat, misal kelenjar keringat, kelenjar sebasea dan pangkal rambut.
  • terdapat bula/lepuh, nyeri
  • epitel yang sehat memungkinkan penyembuhan sendiri dalam waktu 2 – 3 minggu

3. Luka bakar derajat III

  • meliputi seluruh kedalaman kulit, mungkin sampai subkutis atau organ yang lebih dalam.
  • ujung saraf sudah mati sehingga sudah tidak lagi terasa nyeri
  • kulit tampak abu-abu atau hitam
  • tidak adanya elemen epitel yang masih tersisa tidak memungkinkan penyembuhan sendiri sehingga untuk proses penyembuhan memerlukan skin graft/cangkok kulit.

luas luka bakarLuas luka bakar dinyatakan dalam persen terhadap luas seluruh tubuh. Dikenal  berdasarkan rumus :

1. Rumus 10 – 20 untuk bayi

Jika tangan dan kaki yang terkena, maka 10%, kepala, leher dan badan depan belakang 20%

2. Rumus 10 – 15 – 20 untuk anak”

Jika tangan yang terkena luka bakar, maka 10%, jika kaki 15%, sementara kepala dan badan depan belakang 20%

3. Rumus 9 untuk orang dewasa

Masing” bagian tubuh 9%, sisanya 1% untuk daerah genitalia.

Penanganan luka bakar :

1. Jika masih ada api yang masih terdapat di baju, jangan disiram dengan air, karena hanya akan memperbesar api itu sendiri. Cepat lakukan stop – drop – roll, yaitu berhenti dan bergulinglah sampai api yang masih ada di baju padam. Atau selimuti dengan kain dari serat alami (karung misalnya) pada tubuh penderita yang masih terbakar tersebut.

2. Usahakan sebisa mungkin melepas pakaian yang terbakar atau terkena air panas, kecuali jika pakaian tersebut lengket dan tidak bisa dilepas. Hal ini berguna untuk sesegera mungkin mengakhiri kontak dengan bahan yang panas.

3. Sirami bagian tubuh yang terbakar dengan air mengalir atau rendam dalam air biasa (bukan air es karena hanya akan memperluas dan memperdalam luka bakar). Ini harus dilakukan pada jam pertama terkena luka bakar. Lakukan selama minimal 15 menit. Hal ini penting karena proses koagulasi protein pada jaringan yang terkena panas tetap terjadi sehingga kerusakan jaringan dapat tetap meluas. Di samping itu air dingin ini juga bisa berfungsi sebagai pereda nyeri sementara.

Jika bagian tubuh yang terkena luka bakar tidak dapat disiram atau direndam, kompres dengan air dingin (ingat bukan air es) dengan kain handuk pada daerah tersebut. Ganti air kompresan beberapa menit sekali sampai terasa dingin.

4. Oleskan luka bakar dengan krim yang mengandung antibiotik perak sulfadiazin (misal dermazin cr, burnazin cr) pada daerah yang terkena luka bakar. Antibiotika sangat perlu agar luka bakar tidak berkembang menjadi infeksi yang akan semakin memperberat kondisi luka bakar tersebut. Tidak ada salahnya krim ini menjadi salah satu jenis yang wajib ada di kotak P3K kita.

5.  Karena pada luka bakar banyak terjadi penguapan dari jaringan yang terkena luka bakar tersebut, berikan penderita banyak minum. Pada bayi yang masih menyusui, berikan ASI lebih sering dari biasanya.

6. Setelah 24 jam, basuhlah daerah yang terbakar dengan lembut menggunakan sabun dan air bersih. Usahakan daerah luka tetap kering dan tertutup setelah dibersihkan untuk mencegah infeksi.

7. Makanlah makanan yang banyak mengandung protein, seperti telur, daging, ikan untuk mempercepat proses regenerasi jaringan yang terkena luka bakar tersebut. Di samping itu, makanlah makanan yang banyak mengandung vitamin C. Vitamin ini akan membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu, banyaklah mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin A dan E. Vitamin E akan mempercepat penyembuhan dan mencegah pembentukan jaringan parut. Vitamin C, A, dan E banyak terdapat pada buah dan sayur.

Hal” yang harus diperhatikan :

1. Jangan mengoleskan odol, kecap, mentega pada daerah yang terkena luka bakar. Bahan” ini hanya akan menyebabkan infeksi pada luka bakar dan bahkan memperlama proses penyembuhannya.

2. Menutup luka bakar dengan menggunakan putih telur akan mencegah luka bakar menjadi kering.

3. Jangan memecah bula/lepuhan. Memecah bula hanya akan membuat infeksi pada luka bakar. Jika bula terlanjur pecah, bersihkan dan sementara tutup dengan kasa steril.

3. Jangan menekuk daerah yang terkena luka bakar, terutama pada daerah” persendian karena akan menyebabkan kontraktur/pemendekan yang akan menyusahkan proses penyembuhannya.

4. Cepat berikan penanganan medis kepada penderita jika mengalami luka bakar berat atau luas. Kemungkinan penderita memerlukan oksigen jika mengalami udem/pembengkakan laring, atau perlu cairan infus karena luasnya luka bakar sehingga penguapan yang terjadi juga masif atau perlu diberikan antibiotik masif atau injeksi anti tetanus.

Yang boleh diberikan kepada penderita :

1. Cairan susu

Susu merupakan cairan yang paling bagus untuk mengompress luka bakar kecil. Rendam daerah luka dengan susu selama 15 menit atau lebih. Bila anda kesulitan merendam, anda bisa menggunakan handuk yang telah dibasahi susu untuk menutup daerah yang terbakar. Lemak yang terdapat dalam susu akan menyejukan daerah yang terbakar dan mempercepat penyembuhan.

2. Lidah buaya akan mempercepat proses penyembuhan. Dua atau tiga hari setelah terluka, anda dapat membubuhi daerah luka dengan cairan dari daun lidah buaya. Kesejukan dari cairan itu akan membantu meredakan nyeri. Gunakan empat sampai 5 kali sehari tanpa ditutup dengan perban.

3. Kentang juga bisa dipakai untuk pertolongan luka bakar. Irislah kentang lalu tutup daerah yang terbakar menggunakan irisan tersebut. Zat tepung pada kentang akan menetralisir luka bakar, rasa nyeri dan mencegah pembentukan jaringan parut.

4. Madu yang digunakan untuk menutup luka akan menyejukan luka, meredakan nyeri dan mempercepat penyembuhan. Madu juga akan mencegah infeksi kuman serta melindungi daerah luka.

5. Minyak lavender akan meredakan rasa nyeri dan mempercepat penyembuhan serta mencegah jaringan parut. Pertama tama, bersihkan daerah luka dengan air dan sabun. Campur minyak lavender dengan minyak zaitun dengan perbandingan 1 : 3. Selanjutnya tutuplah daerah luka dengan campuran tadi.

(dari berbagai sumber)

Sepenuh cinta,

Ummu Rasyid


Responses

  1. Sip banget tuch Sis….

    • makasi, bro

  2. lengkap banget ulasannya…..top….

    • wah, makasih. mampir lagi kapan”, mas.

  3. Terima kasih.. Artikel anda amat sangat membantu saya ketika anak saya terguyur air panas dipunggungnya

    • alhamdulillah kalau ada manfaatnya. salam bt si kecil. semoga cepet sembuh.

  4. Materi yg bagus… Ijin share

  5. makasih. monggo. tp jgn lupa masukin sumber dr blog ini, ya…

  6. lanjutkan kak top banget artikelnya :D


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.