Untuk kesekian kalinya sulungku menanyakan pertanyaan yg sama, ‘Mi, kenapa sih tiap orang di sini pake bahasa jawa? bukankah di sini masih di indonesia? kenapa ga pada make bahasa indonesia aja?’
OMG…dan untuk kesekian kali pulalah aku terhinggapi berjuta rasa bersalah. Bukan bersalah membawa mereka ke jogja, kota kenangan yg selalu kurindukan, tapi rasa bersalah bahwa aku memboyong mereka ke tempat yg sama sekali asing bagi mereka tanpa persiapan sama sekali. Setidaknya persiapan bahasa. Karena jogja jelas sangat jauh berbeda dengan lampung. Karena di sini budaya jawa sangat kental terasa, yg tidak biasa kami jumpai di lampung sana. Read More…













Appreciations